Selasa, 09 Desember 2014

Edward Snowden (PEMBOCOR DATA CIA)

TE Hong Kong - Seorang mantan karyawan CIA yang bekerja sebagai kontraktor di Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) mengakui dirinya adalah pembocor rincian rahasia program pengawasan tertinggi AS. Edward Snowden, nama pria ini, mengaku bertindak berdasar hati nuraninya untuk melindungi "kebebasan dasar bagi orang-orang di seluruh dunia".

Bersembunyi di sebuah kamar hotel di Hong Kong, pria 29 tahun ini mengatakan ia telah berpikir panjang dan keras sebelum mempublikasikan rincian dari program NSA berkode "PRISM". Ia mengatakan harus melakukannya (membocorkan rahasia) karena merasa negaranya sedang membangun mesin spionase yang tidak akuntabel dan secara rahasia memata-matai setiap warga negara AS.

Baik Washington Post dan surat kabar Inggris Guardian - dua media tempat ia membocorkan dokumen-dokumen curian itu - menuliskan identitasnya pada hari Minggu. "Aku tidak ingin hidup dalam masyarakat yang melakukan hal semacam ini ... Aku tidak ingin hidup di dunia di mana segala sesuatu yang aku lakukan dan katakan dicatat. Itu bukan sesuatu yang harus aku dukung atau aku ikuti," katanya kepada The Guardian, yang menerbitkan sebuah video wawancara dengannya.

Menurutnya, NSA telah membangun infrastruktur yang memungkinkan untuk mencegat hampir segalanya. Dengan kemampuan ini, sebagian besar komunikasi orang-orang secara otomatis tercatat walau dia bukan target. "Jika aku ingin melihat email atau telepon istri Anda, semua bisa aku lakukan dengan gampang. Aku bisa mendapatkan email, password, catatan telepon, kartu kredit, dan lainnya," katanya.

The Guardian menerbitkan berita pekan ini bahwa layanan keamanan AS memantau data tentang panggilan telepon dari Verizon dan data internet dari perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Facebook.

Pemaparan dari program rahasia telah memicu perdebatan luas di Amerika Serikat dan luar negeri tentang jangkauan NSA yang diperluas, dengan program pengawasan secara dramatis dalam dekade terakhir. Para pejabat AS mengatakan badan ini beroperasi sesuai hukum.

Keputusan Snowden untuk mengungkapkan identitas dan keberadaannya menurut Reuters makin mempermalukan pemerintahan Presiden Barack Obama. Skandal Snowden merupakan kebocoran rahasia AS terbesar setelah Wikileaks membeber dokumen rahasia Departemen Luar Negeri AS.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar